Cute Girl

  • Hot Model Body Sexy - I love him, she have great body. His face is very cute. I'm not sure were she come from. Maybe Bali, Japan, Or Korea. But i sure she is very beautiful. You...
| 0 komentar ]


Tiga lukisan telanjang pastel karya pelukis Sri Warso Wahono yang akan dipamerkan di Taman Ismail Marzuki (TIM) mulai 4-12 Juni mendatang dinilai kritikus seni rupa Indonesia, Bambang Bujono tidak melanggar undang-undang (UU) pornografi.

Bambang Bujono dalam catatannya pada pameran tunggal Sri Warso kali ini, Rabu, mengatakan kekagumannya atas tiga lukisan telanjang di antara lukisan lainnya yang dipamerkan di TIM karena dinilai memiliki makna estetika.

"Kesan yang ada dalam tiga lukisan ini,  Warso tak hendak menyuguhkan karya yang kontroversial," kata Bambang yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta.

Menurut dia, salah satu lukisan telanjang di dalam rumah, bagaimana pun, masih bisa diterima dan tidak bertentangan dengan UU Pornografi, melainkan Warso menghadirkan sesuatu yang membuat ketelanjangan menjadi bertentangan dengan moral pada umumnya.

Bambang juga mengatakan, lukisan Warso tidak seperti lukisan "Makan Siang di Rerumputan karya pelukis Edouard Manet yang sempat menghebohkan karena dalam lukisan itu terdapat seorang perempuan yang duduk bersantai ditemani dua lelaki yang berpakaian lengkap.

Lukisan Manet tersebut ditolak dalam pameran bersama di sebuah galeri milik Akademi Seni Rupa di Paris karena dianggap tidak sopan, tidak senonoh dan cabul. Padahal lukisan telanjang di Paris begitu banyak, dari masa sebelum Manet dalam gaya realistis.

Masalahnya, lanjut dia, perpaduan seorang perempuan telanjang didampingi dua lelaki berpakaian sangat sopan dianggap menimbulkan hal yang bukan-bukan. "Apapun tafsir kala itu, menurut saya, ada sesuatu yang hendak dikatakan oleh Manet berupa gugatan atas kemapanan etika kelas menengah atas di paris," ujarnya.

Lukisan telanjang Warso menurut Bambang sebenarnya bisa dipandang sebagai gugatan pada  UU Pornografi.

"Mungkin Warso hendak menanyakan, adakah telanjang di dalam rumah, telanjang dalam ruang yang sifatnya privasi, dan ruang kebebasan pribadi, bisa dikatakan melanggar UU Pronografi?," katanya.

Sementara itu, Sri Warso Wahono meyakini semua lukisannya memiliki makna estetika kejiwaan dan suara hati.

"Warisan tradisi serta religi yang cukup kental selama ini menjadi dasar penciptaan, dari mana saya memulai melukis. Ini juga mengukuhkan kehadiran bentuk dan totalitas lukisan saya," katanya.

Semua karya yang dihasilkan Warso itu ingin dikembalikan menjadikan bagian dari "khalik" dan dipersembahkan untuk umat manusia yang mensyukuri peradaban.

Warso juga menilai adanya gejala perubahan besar-besaran dalam menanggapi seni modern saat ini, bahkan hampir di semua lini terkecil apa pun, perbincangan seni selalu dikaitkan dengan nilai-nilai di luar konten kesenian itu sendiri.

Ada pun lukisan hasil karya Warso di antaranya bertema kuda, bebek liar, wanita dalam kamar, ikan dalam batu, lanskap dan bunga dengan ekspresi semuanya abstrak, deformasi, atau realistik.

http:// oase.kompas. com/read/xml/2009/06/04/04052517/Lukisan.Telanjang.Warso.Tak.Langgar.UU.Pornografi

Sumber : Ant



Semoga Postingan Lukisan Telanjang Warso Tak Langgar UU Pornografi ini, bisa berguna.

Jika ada yang keberatan dengan postingan ini, silahkan koment di bawah postingan Lukisan Telanjang Warso Tak Langgar UU Pornografi.

url untuk postingan ini : http://e-detiknews.blogspot.com/2009/06/lukisan-telanjang-warso-tak-langgar-uu.html

Related Posts by Categories



0 komentar

Poskan Komentar