Cute Girl

  • Hot Model Body Sexy - I love him, she have great body. His face is very cute. I'm not sure were she come from. Maybe Bali, Japan, Or Korea. But i sure she is very beautiful. You...
| 0 komentar ]

Bila Teman Menghadapi Perceraian
/

Ketika Anda bertemu dengan seorang teman yang sudah lama tak dijumpai, Anda mungkin akan terkejut mendapati bahwa ia kini menjadi single parent sejak berpisah dengan suaminya beberapa tahun sebelumnya. Atau, teman baik Anda tiba-tiba membawa kabar bahwa ia akan bercerai dengan suaminya. Ternyata, tak hanya teman Anda yang merasa kurang nyaman dengan kabar tersebut. Anda sendiri gelagapan karena tak siap menerima pengakuan semacam itu.

Banyak cara untuk menanggapi berita perceraian. Namun, hal pertama yang tak boleh Anda lakukan adalah menanyakan penyebab perceraian. Sebaiknya, dengarkan dulu apa yang dikatakan teman Anda, lalu pikirkan baik-baik apa yang akan Anda ucapkan berikutnya. Anda bisa mengucapkan kalimat-kalimat dukungan, seperti:
"Say, mudah-mudahan kamu bisa melewati proses ini ya."
"Kalau kamu perlu ditemani, telepon aku aja, oke?"
"Kamu kuat, kamu pasti bisa menghadapi masa-masa ini."
Atau, "Ya sudah, pelan-pelan saja. Kita hadapi sama-sama, ya."

Selanjutnya, ini yang bisa Anda lakukan:
1. Ingatkan teman Anda bahwa ia pasti akan melewati masa yang berat ini. Tak perlu terlalu melodramatis, meskipun teman Anda merasa begitu depresi dan ingin mati. Masalah, bagaimanapun juga, pasti akan berakhir. Ingatkan dia bahwa masih ada kehidupan, bahkan kebahagiaan, yang dapat diraihnya.

2. Hati-hati saat menceritakan perceraian orang lain di depan teman Anda. Ketakutan terbesar yang dialami orang yang menjalani perceraian adalah bagaimana hal tersebut akan memengaruhi anak-anaknya. Selain itu juga pengalaman buruk lain yang terjadi selama proses perceraian, seperti suami yang memutarbalikkan fakta, atau perebutan hak asuh anak.

3. Ajak teman Anda dalam kegiatan Anda. Perceraian akan mengubah kehidupan sosial seseorang karena itu akan sangat membantu jika Anda melibatkannya dalam aktivitas Anda. Ia akan merasa didukung dan ditemani.

Dan ini yang sebaiknya tak dilakukan:
1. Tak perlu menyarankan teman Anda untuk mengambil langkah tertentu mengenai proses perceraiannya. Anda tidak akan tahu apa yang benar atau baik untuk orang lain.

2. Membuat penilaian tentang dirinya. Orang cenderung menyalahkan dirinya karena bercerai. Karena itu, Anda tak perlu menambahinya. Tak ada gunanya juga bila Anda mengatakan hal-hal buruk mengenai pasangannya. Anda tak tahu apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka. Selain itu, bagaimanapun juga, teman Anda ini dulu menikah dengan suaminya karena hal-hal yang baik. Ia mungkin tak ingin orang lain berpikir buruk mengenai suaminya.

3. Meskipun begitu, anggaplah Anda tahu siapa yang benar atau salah. Hal ini sekadar untuk memahami hubungan yang pernah dijalaninya, dan memberikan dukungan baginya.

4. Sekali lagi, jika teman Anda belum siap menceritakan semuanya, tak perlu mendesak untuk mengetahui detail dari penyebab retaknya hubungan mereka. Sering kali penyebabnya merupakan akumulasi dari berbagai kesalahan yang mereka lakukan sehingga akan sulit menjelaskannya untuk Anda. Hal tersebut membutuhkan energi, dan ini akan makin membuatnya depresi.

http:// perempuan.kompas. com/read/xml/2009/04/04/14364754/bila.teman.menghadapi.perceraian
DIN
Sumber : Shine



Semoga Postingan Bila Teman Menghadapi Perceraian ini, bisa berguna.

Jika ada yang keberatan dengan postingan ini, silahkan koment di bawah postingan Bila Teman Menghadapi Perceraian.

url untuk postingan ini : http://e-detiknews.blogspot.com/2009/04/bila-teman-menghadapi-perceraian.html

Related Posts by Categories



0 komentar

Poskan Komentar